“Jejak Rindu di Dermaga, 2,6 Juta Pemudik Pulang dan Kembali dengan Harapan”
JAKARTA, 12 April 2026 – Lebaran bukan sekadar perayaan. Ia adalah tentang pulang—tentang rindu yang tak lagi mampu ditahan, tentang doa-doa yang ingin disampaikan langsung, dan tentang pelukan yang sudah lama dinantikan. Tahun ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi bagian dari jutaan perjalanan itu, mengantar 2,6 juta jiwa kembali ke asalnya.
Sejak H-15 hingga H+15, gelombang manusia bergerak membawa harapan. Angka itu meningkat 14,14% dari tahun sebelumnya, seolah menegaskan bahwa keinginan untuk pulang tak pernah pudar. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta adalah mereka yang kembali—melangkah pergi dengan hati yang lebih penuh, meski berat meninggalkan kampung halaman.
Group Head Sekretariat Perusahaan, Ali Sodikin, menyampaikan rasa syukur yang tak hanya tentang keberhasilan operasional, tetapi juga tentang makna di baliknya.
"Kami bersyukur semua berjalan aman dan lancar. Tapi lebih dari itu, kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari perjalanan pulang masyarakat—menghubungkan rindu, mempertemukan keluarga, dan menjaga setiap langkah tetap aman," ujarnya lirih.
Di Tanjung Balai Karimun, cerita itu terasa lebih kuat. Lonjakan penumpang mencapai 79,83%—dari 149.464 menjadi 268.777 orang. Bukan sekadar angka, melainkan gelombang kerinduan yang akhirnya menemukan jalannya.
General Manager Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, mengaku setiap hari ia menyaksikan kisah-kisah yang tak ternilai.
"Ada yang pulang membawa harapan, ada yang kembali dengan air mata bahagia. Di setiap wajah penumpang, kami melihat alasan mengapa pekerjaan ini begitu berarti. Ini bukan sekadar pelayanan, ini tentang menjaga perjalanan hidup orang lain," tuturnya penuh haru.
Di antara keramaian pelabuhan, suara Andi—seorang penumpang—menjadi potret sederhana dari kepuasan yang tulus.
"Saya merasa benar-benar dibantu. Semuanya tertib, bersih, dan cepat. Tapi yang paling terasa, petugasnya peduli. Di tengah lelahnya perjalanan, itu sangat berarti," ucapnya.
Kesuksesan ini lahir dari persiapan panjang. Sebanyak 63 terminal penumpang dibenahi, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam semangat pelayanan. Pelabuhan Ciwandan dioptimalkan untuk mengurai kepadatan Merak–Bakauheni, memastikan tak ada perjalanan yang tertahan terlalu lama.
Lebaran tahun ini mengajarkan satu hal: di balik setiap tiket, ada cerita. Di balik setiap kapal yang berlayar, ada harapan yang dititipkan. Dan di setiap pelabuhan, ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam, memastikan semua itu sampai dengan selamat.
"Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus berbenah. Karena bagi kami, setiap perjalanan adalah amanah, dan setiap penumpang adalah keluarga yang harus kami jaga," tutup Ali.
Ind/humas
