Dana Atlet Jadi Sorotan! Puluhan Juta Rupiah Dipertanyakan, Srikandi LSM PAKAR Indonesia Desak Audit Total dan Bongkar Aliran Anggaran
Medan – Polemik dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana keberangkatan atlet ke Kuala Lumpur, Malaysia, kini memasuki babak baru. DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia secara terbuka mempertanyakan pengelolaan anggaran yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah dan mendesak aparat berwenang segera melakukan audit menyeluruh demi mengungkap kejelasan penggunaan dana tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di Medan, Ketua Umum DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia, Elyta Megawati, membeberkan sejumlah data dan dokumen yang disebut berasal dari laporan orang tua atlet. Menurutnya, terdapat sejumlah komponen pembiayaan yang hingga kini diduga belum dijelaskan secara rinci dan transparan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total dana yang menjadi perhatian mencapai Rp15.216.500, terdiri atas uang saku empat atlet dari bantuan Bupati Deli Serdang sebesar Rp2.500.000, iuran pembelian jaket dari orang tua atlet sebesar Rp350.000, biaya hotel sekitar Rp270.000, biaya konsumsi atlet di Malaysia sebesar Rp1.800.000, kekurangan pembayaran transportasi Grab/Bolt sekitar Rp796.500, serta dana deposit empat atlet sebesar Rp2.000.000.
Sorotan semakin menguat setelah terungkap adanya bantuan sebesar Rp20 juta dari Bupati Deli Serdang kepada tim yang akan berangkat ke Malaysia.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers, dana tersebut diterima oleh Farhan selaku PIC Event Organizer Milenial.
Tak hanya itu, para atlet juga disebut telah dijanjikan akan menerima uang saku dari pihak Event Organizer Milenial. Namun, berdasarkan laporan yang diterima DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia, janji tersebut diduga tidak terealisasi sebagaimana yang diharapkan.
"Yang menjadi pertanyaan bukan sekadar nominal dana, tetapi bagaimana dana itu dikelola dan dipertanggungjawabkan. Atlet membawa nama baik daerah bahkan bangsa, sehingga setiap rupiah yang digunakan harus dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik," tegas Elyta.
Menurut Elyta, keterbukaan penggunaan anggaran merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan administrasi kepada para atlet, orang tua, serta masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan apabila berwenang, serta aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran dan audit terhadap seluruh aliran dana yang berkaitan dengan keberangkatan tim.
Di sisi lain, Farhan selaku PIC Event Organizer Milenial membantah adanya dugaan penyimpangan. Ia menjelaskan bahwa bantuan dari Bupati telah digunakan untuk berbagai kebutuhan keberangkatan, termasuk uang saku atlet, tiket pesawat pulang-pergi, dan biaya operasional lainnya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi yang merinci penggunaan seluruh dana sebagaimana yang menjadi pertanyaan dalam konferensi pers tersebut. Karena itu, seluruh informasi yang disampaikan masih merupakan dugaan dan menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait maupun hasil pemeriksaan oleh instansi yang berwenang.
Publik kini menantikan keterbukaan dari seluruh pihak agar polemik ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi. Jika seluruh penggunaan dana memang telah sesuai dengan peruntukannya, penjelasan yang rinci dan dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi jawaban yang dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan para atlet, orang tua, dan masyarakat.
Tim
