Di Atas Harapan Masyarakat, Batu Pertama Itu Diletakkan: Kapolda Sulteng Tegaskan Pelayanan yang Lebih Manusiawi
Sulawesi Tengah – Selasa (31/1) menjadi hari yang tak sekadar seremonial. Di bawah langit yang menyimpan harapan, Kapolda Sulawesi Tengah, Endi Sutendi, menundukkan diri sejenak, lalu meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Sulteng—sebuah simbol dimulainya langkah baru bagi wajah penegakan hukum yang lebih dekat dengan rakyat.
Di lokasi itu, hadir Wakapolda Sulteng Helmy Kuara, para pejabat utama, serta Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf. Mereka berdiri bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai saksi atas
Dalam sambutannya, Kapolda tidak sekadar berbicara tentang bangunan. Ia berbicara tentang harapan. Tentang masyarakat yang menunggu keadilan, tentang kepercayaan yang harus dijaga, dan tentang Polri yang terus berbenah.
“Pelayanan kepada masyarakat harus dimaksimalkan,” ucapnya tegas, namun sarat makna—seolah mengingatkan bahwa di balik setiap laporan, ada cerita, ada luka, dan ada harapan yang tak boleh diabaikan.
Satu per satu, batu itu diletakkan. Oleh Kapolda, Wakapolda, Bupati, hingga Dirkrimsus Kombes Pol Suratno dan jajaran lainnya. Bukan sekadar batu, tetapi fondasi bagi kepercayaan yang ingin dibangun kembali.
Di antara para tamu, tampak pula Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri, Agus Flores. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa perjalanan ini tidak sendiri—ada mata publik yang mengawal, ada suara yang akan terus mengingatkan.
Gedung itu kelak akan berdiri megah. Namun lebih dari itu, harapannya sederhana: agar setiap orang yang datang tidak lagi merasa jauh dari keadilan. Agar setiap langkah aparat di dalamnya benar-benar berpihak pada kebenaran.
Karena pada akhirnya, batu pertama itu bukan hanya tentang pembangunan fisik. Ia adalah janji—bahwa Polri akan terus berusaha hadir, lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih dipercaya.
Indra
