DUA RAJA BERTARUNG DI MARELAN! Kursi PAC PP Medan Marelan Membara, Suara Imbang 3–3 Picu Drama Internal
MARELAN – Atmosfer panas dan penuh ketegangan mewarnai Rapat Pemilihan Pimpinan (RPP) PAC Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Marelan periode 2026–2029. Dua tokoh kuat saling berhadapan dalam pertarungan sengit memperebutkan kursi orang nomor satu di PAC PP Medan Marelan.
Tak ada yang mau mengalah. Tak ada yang mampu dijatuhkan.
Hasilnya pun mengejutkan: imbang 3–3.
Dua kandidat yang bertarung dalam pertarungan panas tersebut yakni petahana Ardiansyah Sitepu, Ketua PAC PP Medan Marelan periode 2023–2026, melawan Muhd Yusuf S.Sos, Ketua
Ranting PP Kelurahan Labuhan Deli yang tampil membawa semangat perubahan.
RPP yang digelar di Aula Taman Rekreasi Marelan Square, Minggu (10/5/2026), berubah menjadi arena pertarungan pengaruh dan loyalitas kader. Sejak dimulai pukul 14.00 WIB, tensi politik internal organisasi terasa begitu kuat hingga acara berakhir.
Saat penghitungan suara dilakukan, suasana mendadak hening. Seluruh kader menunggu dengan penuh rasa penasaran.
Namun hasil akhirnya justru membuat publik internal PP Marelan tercengang.
Ardiansyah Sitepu memperoleh 3 suara. Muhd Yusuf S.Sos juga meraih 3 suara.
Tak ada pemenang. Tak ada yang tumbang.
Sementara satu hak suara milik Ketua MPC PP Kota Medan dikabarkan memilih netral atau tidak memberikan suara, membuat pertarungan dua kubu besar itu berakhir deadlock.
Situasi ini pun memicu spekulasi dan pembicaraan hangat di kalangan kader. Sebab, di tengah dominasi pemilihan aklamasi di berbagai PAC PP Kota Medan seperti Medan Labuhan dan Medan Belawan, Medan Marelan justru menjadi satu-satunya wilayah yang menghadirkan duel keras dua kandidat kuat.
Ketua MPC PP Kota Medan, M
Rahmaddian Shah SH MH, menegaskan bahwa hasil imbang tersebut akan dibawa ke rapat pleno MPC dalam waktu dekat.
“Kegiatan berjalan aman dan lancar. Namun karena hasil suara kedua calon berimbang, maka keputusan akan kita plenokan kembali di MPC PP Kota Medan,” tegasnya kepada awak media.
Di balik hasil imbang itu, muncul berbagai penilaian tajam dari internal organisasi. Sebagian kader menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan lama masih memiliki pengaruh kuat dan loyalis yang solid.
Namun di sisi lain, suara perubahan ternyata juga tumbuh besar dan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
“Kalau kepemimpinan lama benar-benar kuat dan seluruh kader solid, tentu tidak akan pecah suara seperti ini. Artinya ada gelombang perubahan yang mulai bergerak di tubuh organisasi,” ujar salah satu pengurus MPC PP Kota Medan.
Kini, seluruh mata tertuju pada keputusan pleno MPC PP Kota Medan. Siapa yang akhirnya akan duduk di kursi panas Ketua PAC PP Medan Marelan?
Apakah petahana mampu mempertahankan tahtanya?
Ataukah gelombang perubahan akan melahirkan pemimpin baru di Marelan?
Pertarungan belum selesai. Drama politik internal PP Marelan baru saja dimulai.
Indra
