“Agus Flores Warning Kepala Sekolah Gorontalo: Jangan Hanya Mengajar, Selamatkan Moral Anak Bangsa dari Narkoba!”
GORONTALO — Suara keras namun penuh kepedulian dilontarkan Pendiri Taman Baca Al-Qur’an, pengacara sekaligus Ketua Umum FR Counter Polri, Agus Flores. Di tengah kekhawatiran maraknya degradasi moral dan ancaman narkoba terhadap generasi muda, Agus Flores meminta para kepala sekolah di Kota Gorontalo jangan sekadar duduk menjalankan jabatan, tetapi benar-benar menjadi penjaga masa depan anak bangsa.
Menurutnya, amanah yang diberikan Adhan Dambea kepada para kepala sekolah adalah tanggung jawab besar yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada orang tua murid dan Tuhan.
“Didik murid seperti anak sendiri. Tanamkan agama, moral Pancasila, disiplin, dan perang terhadap narkoba sejak usia dini. Jangan biarkan sekolah hanya jadi tempat belajar membaca dan berhitung, tapi gagal membentuk akhlak,” tegas Agus Flores dengan nada penuh penekanan.
Ia bahkan meminta agar bahaya narkoba diperlihatkan secara nyata kepada siswa melalui foto-foto dampak mengerikan penyalahgunaan narkotika agar anak-anak memahami bagaimana barang haram itu mampu menghancurkan masa depan, keluarga, bahkan nyawa.
Bagi Agus Flores, sekolah yang berani membangun pendidikan moral dan agama secara kuat akan menjadi rebutan masyarakat. Bukan hanya warga biasa, tetapi juga anak-anak pejabat, anggota DPRD hingga aparat penegak hukum akan mencari sekolah yang mampu menjaga karakter generasi mereka.
“Orang tua sekarang takut anaknya pintar tapi rusak moral. Mereka mencari sekolah yang bisa menjaga akhlak, agama dan masa depan anak-anak mereka,” ujarnya.
Dengan penuh keyakinan, Agus Flores menyebut sekolah yang berhasil mencetak generasi berkarakter akan dikenal luas hingga ke Jakarta.
“Kalau anak-anak itu sukses dan pergi ke Jakarta, orang tidak lagi bertanya sekolah mana. Mereka akan bilang, itu lulusan sekolah yang dipimpin istri Agus Flores, militan Polri dan orang setia Jokowi,” katanya.
Tak hanya memberi pesan moral, Agus Flores juga menyatakan siap menjadi jembatan bagi sekolah-sekolah di Gorontalo untuk membangun komunikasi dengan pejabat kementerian di Jakarta, termasuk membantu perjuangan para guru yang merasa mengalami kriminalisasi.
“Jalankan amanah wali kota dengan sungguh-sungguh. Karena saya tahu bagaimana perjuangan beliau sejak dulu, saat saya menjadi anak buahnya di DPRD Kota Gorontalo,” tutup Agus Flores penuh harap.
Indra
