“Munas Panas Berujung Persatuan! A.H. Bimo Nahkodai KBPP Polri 2026–2031, Serukan Semua Kader Kembali Solid”
JAKARTA — Dinamika panas sempat mengguncang Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Besar Putra Putri Polri periode 2026–2031. Perbedaan pandangan hingga ketegangan antarpeserta mewarnai jalannya forum organisasi yang menjadi wadah keluarga besar Polri tersebut. Namun di tengah suasana penuh tensi, mayoritas peserta akhirnya menjatuhkan pilihan kepada A.H. Bimo Suryono sebagai Ketua Umum terpilih periode 2026–2031.
Bimo berhasil mengantongi dukungan kuat dari 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari total 34 DPD yang hadir dalam Munas. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri persaingan sengit dengan kubu petahana Evita Nursanty yang sebelumnya sempat memunculkan perdebatan tajam di arena sidang.
Meski sempat memanas, proses demokrasi organisasi tetap berjalan hingga menghasilkan keputusan mayoritas peserta Munas. Usai dinyatakan terpilih, Bimo langsung menyerukan persatuan dan meminta seluruh kader meninggalkan perbedaan demi membesarkan organisasi.
“Kalau saya bukan terbelah jadi dua. Karena pendapat satu sama lain kadang berbeda. Tapi kita bisa lihat, sebagian besar pengurus daerah pada akhirnya memilih saya sebagai Ketua Umum 2026-2031,” ujar Bimo kepada wartawan.
Ia menegaskan, kontestasi telah selesai dan kini saatnya seluruh kader kembali solid membangun organisasi. Menurutnya, KBPP Polri harus tampil lebih kompak dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“KBPP Polri harus lebih kompak lagi, bersama-sama membesarkan organisasi ini sehingga pada akhirnya juga bermanfaat buat anggotanya,” tegasnya.
Dalam langkah awal kepemimpinannya, Bimo juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan Dedi Prasetyo melalui sambungan video call usai Munas berlangsung. Menurutnya, dukungan pembina organisasi menjadi bagian penting dalam proses pengesahan kepengurusan baru.
“Kami tentunya untuk legalitas memerlukan SK dari pembina, yaitu Wakapolri,” katanya.
Bimo memastikan kepemimpinannya tidak membuka ruang perpecahan. Ia menegaskan seluruh kader, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pilihan, tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi ke depan.
“Silakan bergabung. Ke depan sudah tidak ada lawan,” tutur Bimo penuh pesan persatuan.
Indra
