Hujan Deras dan Listrik Padam Tak Surutkan Khidmat Maulid Nabi di Masjid Ar Ridha, 53 Anak Yatim Terima Santunan
MARELAN — — Malam itu, hujan turun begitu deras. Angin berembus kencang, sementara listrik tiba-tiba padam. Namun, gelap dan derasnya hujan ternyata tidak mampu memadamkan cahaya kecintaan umat kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Masjid Ar Ridha, Jalan 9, Lingkungan 04, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, tetap berlangsung dengan penuh khidmat dan haru.
Kegiatan yang digelar Remaja Masjid (RM) Ar Ridha bekerja sama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ar Ridha tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 5 September 2026, bertepatan dengan 24 Rabiul Awal 1448 H.
Sejak pukul 20.30 WIB, para jamaah telah memadati masjid. Wajah-wajah penuh harapan terlihat di tengah suasana malam yang sederhana. Para pemuda Remaja Masjid Ar Ridha yang sejak jauh hari bekerja keras mencari dana, menghubungi penceramah, mempersiapkan tempat hingga konsumsi, akhirnya dapat menyaksikan kegiatan yang mereka perjuangkan terlaksana.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian dilanjutkan laporan panitia yang disampaikan Fadil.
Dalam laporannya, panitia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ketua BKM Masjid Ar Ridha, para tokoh masyarakat, donatur, dermawan, jamaah, pengurus BKM, serta seluruh anggota Remaja Masjid Ar Ridha yang telah memberikan dukungan.
Bagi para pemuda masjid, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Di balik terselenggaranya Maulid Nabi, ada tenaga, waktu, air mata, doa, dan keikhlasan yang mereka persembahkan demi menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW tetap hidup di tengah generasi muda.
Sambutan berikutnya disampaikan tokoh masyarakat, Ustaz Dr. M. Irsyad, S.Hi., MA.
Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemuda Remaja Masjid Ar Ridha yang telah bersusah payah menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari mencari dana, mencari ustaz, mempersiapkan tempat hingga menyediakan konsumsi bagi jamaah.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting karena menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan.
"Di tengah tantangan zaman yang semakin berat, umat Islam membutuhkan keteladanan. Generasi muda kita menghadapi ancaman narkoba, begal, perampokan dan tawuran. Karena itu, mari kita kembali mengenalkan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW kepada anak-anak kita," pesannya.
Ia juga mengingatkan kondisi keamanan di lingkungan sekitar yang sebelumnya sempat diwarnai tawuran.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Ar Ridha, H. Suheri Yati, SH, menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana berkat kerja keras Remaja Masjid serta dukungan masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga untuk terus memakmurkan Masjid Ar Ridha dengan melaksanakan salat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan.
Sambutan kemudian disampaikan Kepling Lingkungan 04, Umar Kadri.
Ia menyampaikan bahwa situasi tawuran di wilayah tersebut mulai mereda dalam dua bulan terakhir. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
"Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Di tengah rangkaian kegiatan, suasana haru kembali terasa saat dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim.
Kemudian tibalah acara yang paling dinantikan jamaah, yakni tabligh akbar yang disampaikan Ustaz Febrianto, S.Sos.
Ceramah diawali dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Anak-anak juga diajak mengenal dan mengingat nama-nama putra-putri Rasulullah SAW.
Ustaz Febrianto mengingatkan bahwa memperingati Maulid Nabi bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana untuk belajar, mengenal Rasulullah SAW dan menanamkan kecintaan kepada beliau sejak usia dini.
Ia juga mengingatkan tantangan generasi sekarang yang semakin besar. Anak-anak dan remaja harus diberikan perhatian, pendidikan agama dan keteladanan agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya pengaruh zaman.
Namun, ketika ceramah hendak dilanjutkan, hujan tiba-tiba turun semakin deras disertai angin kencang.
Tak lama kemudian listrik padam.
Suasana masjid seketika menjadi gelap. Sebagian jamaah mulai berpencar mencari tempat untuk berlindung dari hujan yang dibawa angin.
Ceramah pun harus dihentikan.
Meski acara tidak dapat berlangsung hingga selesai seperti yang direncanakan, semangat dan nilai kebersamaan yang telah dibangun malam itu tidak ikut padam.
Justru di tengah keterbatasan tersebut, terselip sebuah pesan yang begitu dalam: kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak selalu harus ditunjukkan dalam kemewahan. Terkadang, ia hadir dalam kesederhanaan, perjuangan, keikhlasan dan doa yang tulus.
Puncak haru malam itu ditutup dengan pemberian santunan kepada 53 anak yatim, masing-masing sebesar Rp500.000.
Satu per satu anak yatim menerima santunan. Di tengah malam yang basah oleh hujan, wajah-wajah polos mereka menjadi pengingat bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli dan hati-hati yang memilih berbagi.
Tangis haru seakan menjadi bagian yang tak terucapkan dari malam tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Febrianto, S.Sos.
Meski hujan mengguyur, listrik padam dan rangkaian acara tidak berjalan sempurna, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Ar Ridha tetap meninggalkan kesan mendalam.
Sebab malam itu bukan hanya tentang sebuah peringatan Maulid.
Malam itu adalah tentang pemuda yang berjuang, masyarakat yang bergandengan tangan, jamaah yang tetap datang, serta 53 anak yatim yang pulang membawa senyum dan harapan.
Semoga semangat Remaja Masjid Ar Ridha, BKM, tokoh masyarakat, para donatur, dermawan dan seluruh jamaah menjadi amal jariyah serta mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Dan semoga dari Masjid Ar Ridha lahir generasi muda yang mencintai Rasulullah SAW, menjauhi narkoba dan tawuran, serta mampu menjadi cahaya bagi lingkungan dan masa depan umat.