MUDAHKAN MASYARAKAT, IMIGRASI BELAWAN HADIRKAN “PASPORIA” DI CAR FREE DAY BELAWAN
Belawan — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat pada akhir pekan, sebuah langkah sederhana namun penuh makna hadir di kawasan Car Free Day Kecamatan Medan Belawan. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan membuka ruang pelayanan bagi masyarakat melalui inovasi Pasporia (Paspor Ceria).
Bukan sekadar menghadirkan layanan di luar hari kerja, Pasporia menjadi bentuk nyata bahwa pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor. Justru, pelayananlah yang berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat.
Bagi sebagian warga, mengurus paspor pada hari kerja bukan perkara mudah. Kesibukan pekerjaan, aktivitas keluarga, hingga keterbatasan waktu sering kali membuat keinginan untuk memiliki paspor harus tertunda.
Namun melalui Pasporia, harapan itu kembali mendapat ruang.
Akhir pekan yang biasanya digunakan masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga, kini dapat dimanfaatkan sekaligus untuk mengurus kebutuhan keimigrasian. Masyarakat tidak lagi harus memilih antara pekerjaan dan mengurus paspor.
Pelayanan tetap diberikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keimigrasian. Petugas melayani masyarakat mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, verifikasi data, wawancara hingga pengambilan data biometrik.
Senyum dan rasa lega pun terpancar dari masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.
Salah seorang pemohon, Muslimal Haqqiqi, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Pasporia. Menurutnya, inovasi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menyisihkan waktu pada hari kerja.
“Pasporia ini sangat memudahkan, terutama bagi pemohon yang tidak sempat datang ke kantor pada hari biasa. Dengan adanya layanan ini, kami bisa memanfaatkan waktu di akhir pekan untuk mengurus paspor,” ujar Muslimal Haqqiqi.
Ucapan sederhana itu menjadi gambaran bahwa terkadang sebuah inovasi pelayanan memiliki arti besar bagi masyarakat.
Bagi petugas, mungkin hanya sebuah pelayanan. Namun bagi masyarakat, kemudahan tersebut dapat berarti terbukanya kesempatan untuk bekerja, bepergian, menuntut ilmu, mengunjungi keluarga, maupun mengejar harapan di masa depan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa Pasporia merupakan bagian dari komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Melalui layanan Pasporia, kami berupaya memberikan alternatif waktu pelayanan bagi masyarakat yang tidak dapat mengurus paspor pada hari kerja. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan kemudahan sekaligus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang cepat, mudah, tertib, dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Karena itu, berbagai inovasi terus dikembangkan agar akses terhadap pelayanan keimigrasian semakin luas, tanpa mengurangi kualitas, ketertiban, serta kepastian pelayanan.
Pasporia juga menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan membuka alternatif waktu pelayanan pada akhir pekan, masyarakat memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan keimigrasiannya.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam mewujudkan semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”
Semangat itu bukan hanya sebuah slogan. Ia diterjemahkan melalui kehadiran petugas, keramahan dalam melayani, serta kemauan untuk mendengar kebutuhan masyarakat.
Di Car Free Day Belawan, Pasporia seolah menyampaikan pesan sederhana: pelayanan publik adalah tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Karena di balik setiap paspor yang diterbitkan, ada impian yang sedang diperjuangkan. Ada keluarga yang ingin bertemu, ada anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan, ada pekerja yang mengejar masa depan, dan ada harapan seseorang untuk melihat dunia yang lebih luas.
Dan melalui pelayanan yang semakin dekat, mudah, serta humanis, Imigrasi Belawan berupaya memastikan bahwa langkah kecil menuju cita-cita itu tidak terhambat hanya karena keterbatasan waktu.
Imigrasi hadir bukan sekadar memberikan dokumen perjalanan, tetapi juga membantu membuka jalan bagi masyarakat untuk melangkah menuju masa depan.
Red