Pelindo Belawan Buka Pintu Pembelajaran, Terminal Bandar Deli Jadi Ruang Tumbuh Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan
Belawan – Ada ilmu yang cukup dibaca dari buku, tetapi ada pula pengetahuan yang baru benar-benar terasa ketika kaki melangkah ke lapangan, mata melihat langsung, dan tangan ikut mengamati.
Suasana itulah yang dirasakan 18 mahasiswa Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan, Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Medan, ketika mendapat kesempatan belajar langsung di Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.
Selama dua hari, 22–23 September 2026, terminal yang setiap harinya menjadi tempat bertemunya perjalanan dan harapan para penumpang itu berubah menjadi ruang belajar bagi para mahasiswa.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari praktik kerja sanitasi tempat-tempat umum. Di tempat ini, para mahasiswa tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi belajar memahami bagaimana sebuah fasilitas publik harus dijaga agar tetap sehat, aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.
Dengan penuh ketelitian, mereka melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan terminal.
Kelembapan, suhu udara, intensitas pencahayaan hingga kualitas air menjadi bagian yang diamati.
Bagi para mahasiswa, pengalaman tersebut bukan sekadar tugas akademik. Ada pelajaran berharga tentang bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah ternyata memiliki arti besar ketika bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Di balik aktivitas terminal yang terus bergerak, ada tanggung jawab besar untuk memastikan lingkungan tetap terjaga. Dan dari sanalah para calon tenaga kesehatan lingkungan itu belajar bahwa pekerjaan mereka kelak bukan hanya tentang angka, data, atau hasil pengukuran, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup manusia.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menyambut baik kegiatan pembelajaran lapangan tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan pembelajaran lapangan ini.
Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat dan melakukan observasi secara langsung terhadap penerapan aspek kesehatan dan keselamatan di lingkungan terminal penumpang,” ujar Yusrizal.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan untuk mengenalkan dunia kepelabuhanan dari sudut pandang yang lebih luas, khususnya mengenai kesehatan dan keselamatan di lingkungan terminal penumpang.
Sebab, sebuah pelabuhan bukan hanya tentang kapal yang datang dan pergi. Di dalamnya terdapat manusia, aktivitas, fasilitas, serta tanggung jawab untuk memastikan setiap ruang pelayanan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Bagi Pelindo Regional 1 Belawan, membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lingkungan kepelabuhanan kepada generasi muda.
Sementara bagi para mahasiswa, dua hari di Terminal Bandar Deli mungkin hanya terlihat sebagai sebuah kegiatan praktik.
Namun kelak, pengalaman itu bisa menjadi bagian kecil yang mengantarkan mereka menjadi tenaga kesehatan lingkungan yang mampu bekerja dengan ilmu, ketelitian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Karena pendidikan sejatinya bukan hanya tentang seberapa banyak teori yang berhasil dihafalkan, tetapi tentang bagaimana ilmu itu kelak dapat digunakan untuk menjaga kehidupan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Terminal Bandar Deli pun menjadi saksi kecil dari proses tersebut—ketika para mahasiswa datang membawa buku dan teori, lalu pulang membawa pengalaman, pengetahuan, dan harapan untuk masa depan.
Ind