BNCT Perkuat Budaya Perbaikan Berkelanjutan Lewat Lean Training 2026
Medan— Upaya menghadirkan operasional terminal peti kemas yang semakin efektif dan efisien terus dilakukan PT Belawan New Container Terminal (BNCT). Bukan hanya melalui pengembangan teknologi dan sistem kerja, tetapi juga dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama perubahan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui BNCT Lean Training 2026: Driving Continuous Improvement and Operational Excellence yang digelar pada 14, 15, dan 17 September 2026 di lingkungan operasional BNCT, Belawan, Medan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah BNCT dalam menanamkan budaya continuous improvement, sekaligus membangun pola kerja yang semakin terarah menuju operational excellence di seluruh lini perusahaan.
Para lead dan perwakilan pegawai dari berbagai departemen turut ambil bagian. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip Lean, mulai dari mengenali berbagai bentuk pemborosan (waste) dalam proses kerja, melakukan pemecahan masalah secara sistematis, hingga membangun standardisasi proses yang mampu memberikan nilai tambah.
Tidak sekadar berlangsung dalam ruang pelatihan, kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan kolaboratif. Peserta didorong untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, menemukan akar masalah secara tepat, kemudian menyusun solusi yang dapat diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Bagi BNCT, perubahan besar tidak selalu berawal dari langkah yang besar. Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi penting bagi terciptanya proses kerja yang lebih efisien, produktif, dan berkualitas.
Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, mengatakan penerapan Lean bukan hanya berkaitan dengan upaya meningkatkan efisiensi, tetapi merupakan pola pikir yang harus tumbuh menjadi budaya bersama di lingkungan perusahaan.
“Lean bukan sekadar metode untuk meningkatkan efisiensi, melainkan sebuah pola pikir yang mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan. Melalui keikutsertaan perwakilan dari seluruh departemen dalam Lean Training 2026 ini, BNCT ingin membangun persepsi dan komitmen yang sama dalam mengoptimalkan kinerja operasional,” ujar Rizki.
Menurutnya, setiap gagasan perbaikan harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan perbaikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari demi menghadirkan layanan terminal petikemas yang makin efektif, efisien, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Melalui Lean Training 2026, BNCT terus membangun fondasi budaya kerja yang produktif, terukur, dan terstandar. Semangat untuk terus memperbaiki proses diharapkan menjadi bagian dari keseharian setiap insan perusahaan.
Sebab, bagi sebuah terminal peti kemas yang menjadi bagian dari mata rantai logistik, keunggulan bukanlah tujuan yang dicapai sekali, melainkan proses yang harus terus diperjuangkan dan disempurnakan.
Indra/Humas