JALAN KOTA CINA BAK KUBANGAN KERBAU, WARGA MINTA PERHATIAN WALI KOTA MEDAN
Anak Sekolah Terpaksa Putar Balik, Warga Berharap Jalan Segera Dibeton
MARELAN – MIMBAR RAKYAT — Keluhan warga Lingkungan 09, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, terhadap kondisi jalan menuju kawasan Kota Cina kembali mencuat.
Jalan yang menjadi salah satu akses warga, termasuk anak-anak menuju SD Negeri 067262, kini dikeluhkan dalam kondisi memprihatinkan. Genangan air bercampur tanah membuat badan jalan becek dan licin, bahkan warga mengibaratkannya seperti kubangan kerbau.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
Sejumlah warga menyebut, ketika genangan air cukup tinggi dan kondisi jalan semakin becek, anak-anak sekolah terpaksa harus berhati-hati. Bahkan, ada yang memilih kembali pulang karena khawatir pakaian sekolah kotor maupun terjatuh di jalan.
“Yang paling kami sedihkan adalah anak-anak kami. Mereka mau sekolah, tetapi kondisi jalan seperti ini membuat mereka kesulitan. Kalau hujan dan air menggenang, jalan semakin parah,” ujar salah seorang warga, Budi Manto.
Menurut Budi, kondisi jalan tersebut sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan. Terlebih, akses tersebut berada di sekitar kawasan sekolah yang setiap hari dilalui para siswa.
Ia berharap Wali Kota Medan Rico Waas dapat mendengar langsung keluhan masyarakat dan mendorong adanya penanganan terhadap kondisi jalan tersebut.
“Sudah saatnya jalan Kota Cina ini dibeton dan dibuat lebih tinggi, sehingga tidak terus menjadi tempat genangan air. Anak-anak kami harus bisa pergi dan pulang sekolah dengan aman,” harapnya.
Keluhan serupa disampaikan Edi Alamsyah. Menurutnya, warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat dapat diperbaiki agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
Warga juga berharap perhatian tidak hanya datang dari Wali Kota Medan, tetapi juga Dinas Bina Marga, Camat Medan Marelan, serta Lurah Paya Pasir, agar kondisi tersebut dapat segera ditinjau langsung ke lapangan.
“Kami berharap permohonan warga ini benar-benar didengar dan segera direspons. Jalan ini bukan hanya digunakan orang dewasa, tetapi juga anak-anak sekolah. Jangan sampai mereka harus mempertaruhkan keselamatan hanya karena kondisi jalan yang terus tergenang,” ucap Edi.
Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan pengecekan kondisi drainase dan badan jalan, sekaligus mempertimbangkan peninggian serta pembetonan jalan agar genangan tidak terus berulang.
Bagi warga, perbaikan jalan bukan sekadar soal kenyamanan. Ini menyangkut akses pendidikan anak-anak, keselamatan pengguna jalan, dan hak masyarakat untuk mendapatkan infrastruktur yang layak.
Kini warga hanya bisa berharap, keluhan yang mereka sampaikan tidak berhenti sebagai suara yang terdengar sesaat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan.
Indra
