Di Balik Seragam dan Pangkat, Suyudi Ario Seto Bersumpah Mengabdi untuk Rakyat
JAKARTA — Di hadapan Merah Putih dan Presiden Republik Indonesia, sebuah amanah besar kembali diserahkan kepada putra terbaik bangsa. Kamis (1/10/2026), Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), sementara Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, momentum tersebut menjadi sebuah ikrar pengabdian—tentang kesetiaan kepada bangsa, keberanian memikul tanggung jawab, dan kesediaan berdiri di tengah masyarakat ketika negara membutuhkan.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri dan Wakapolri mengucapkan sumpah jabatan. Setiap kata yang terucap menjadi janji untuk menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara.
Di balik pangkat dan seragam yang melekat, tersimpan tanggung jawab yang tidak ringan. Ada harapan jutaan masyarakat agar Polri senantiasa hadir ketika rakyat membutuhkan perlindungan, ketika hukum harus ditegakkan, dan ketika rasa aman menjadi kebutuhan yang paling sederhana sekaligus paling berharga.
Kepemimpinan baru ini membawa amanah besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Bagi institusi Polri, pelantikan tersebut menjadi lembaran baru perjalanan pengabdian. Sebuah perjalanan yang tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari seberapa jauh kehadiran polisi mampu memberikan rasa aman, menghadirkan keadilan, dan menyentuh kehidupan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, seragam kepolisian bukan hanya tentang kewenangan. Di baliknya terdapat sumpah untuk mengabdi, keberanian untuk berkorban, dan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan rakyat.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta jajaran pejabat TNI dan Polri.
Dari Istana Negara, amanah itu kembali dimulai. Satu sumpah telah diucapkan, satu tanggung jawab telah dipikul, dan satu harapan besar kembali dititipkan kepada kepemimpinan Polri: agar institusi ini selalu hadir untuk negara dan tetap dekat dengan rakyat.
RI

